Tuesday, October 31, 2006
Maaf, Pindahan
Maaf ... sudah lama tidak diisi (log in nya lupa)
HALAH..... ALASAN, bilang saja MALAS!
IYA....EMANG MALAS!!
(PUAS??)
Sebenarnya sih ada masalah lain yang melatarbelakangi kenapa saya (duh.. gak salah tu bahasa),
ehemm... iya maksudnya.. kenapa saya tidak meng-up date blog ini.
Cinta saya telah beralih dan sekarang saya berada di Multiply.
Alamat nya? nih disini
OK DEH.... see you there ya.
14:57 Permalink | Comments (0) | Email this
Saturday, March 11, 2006
Teman berkurang lagi ....(sedih.com)
Cuman mo kasih tau kalo teman gue tu bakalan pindahan ke Ostrale minggu depan.
Yah.. sedih.. berarti hilang satu teman lunch and ngerumpi bareng di city.
Sedih sedih...sedih... kenapa sih harus pindah??
Well.. gue cuman bisa bilang SELAMAT JALAN, Semoga di tempat yang baru segalanya berjalan lancar seperti yang di rencanakan dan semoga kita bisa ketemu lagi
19:45 Permalink | Comments (9) | Email this
Thursday, March 02, 2006
Berita di Suara Merdeka
Christchurch, adalah kota yang terletak sekitar 800 km dari ibukota Wellington. Setiap tahun pada musim panas, kota ini menggelar acara Flower & Romance Festival.
Guna meramaikan festival tersebut untuk pertama kalinya diadakan peragaan busana pengantin tradisional "Global Wedding Extravaganza 2006. Acara ini diikuti oleh beberapa negara antara lain Indonesia, Rusia, Thailand, Skotlandia, Samoa, India, Fiji, Korea dan tuan rumah Selandia Baru dengan menampilkan busana pengantin Maori (suku asli Selbar).
Indonesia yang diwakili oleh komunitas Indonesia di Christchurch di bawah koordinator Anna McArthur dan didukung oleh KBRI Wellington menyajikan peragaan busana pengantin gaya Surakarta Basahan berwarna biru dan Pasewakan berwarna hitam berprada emas.
Festival yang diselenggarakan oleh Crown Limousine NZ, perusahaan jasa transportasi mobil Limousine di Christchurch tersebut, dimulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 17.00 waktu setempat, mendapat sambutan meriah masyarakat Christchurch.
Selain peragaan busana pengantin, ditampilkan pula pagelaran tari, dan stand busana termasuk perlengkapan pengantin. "Pada kesempatan tersebut komunitas masyarakat Indonesia juga menjajakan makanan kecil khas Indonesia antara lain nasi kuning, risoles, es teler, dan sate yang langsung diserbu pembeli dan terjual habis sebelum festival selesai," ujar Budi S. Putra, Director of Padhang Moncar Group, dalam siaran persnya kepada SM CyberNews, Kamis (2/2).
Dihadapan sekitar 2000 pengunjung termasuk Walikota Christchurch, putra-putri Indonesia unjuk kebolehan memeragakan busana pengantian Jawa yang diiringi oleh alunan merdu gamelan Jawa. Sebelum peragaan busana dilaksanakan, ditampilkan sepasang penganten yang baru mengucapkan sumpah janji pernikahan di "Avon River", sebuah sungai yang berada di sekitar lokasi festival dimaksudkan untuk menarik calon pengantin lain untuk memilih Christchurch sebagai Wedding destination.
"Penampilan tim Indonesia mendapat sambutan meriah pengunjung dan memuji busana Indonesia sebagai busana pengantin yang terbaik dalam festival tersebut. Seusai peragaan, pengunjung diberikan kesempatan untuk melihat secara dekat busana pengantin Indonesia, dijelaskan detail busana pengantindan pengunjung berebut untuk photo bersama," ujar Secretary of Indonesian Association Wellington ini.( mh habieb shaleh/Cn08 )
http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0603/02/int5.htm
22:15 Permalink | Comments (11) | Email this